Di balik bajunya, seluruh permukaan punggung pemilik toko pizza Guillermo Rodriguez ditutupi tato yang menggambarkan hebatnya legenda sepak bola Diego Maradona, yang kematiannya minggu lalu pada usia 60 tahun menginspirasi kesedihan yang luar biasa di Argentina dan sekitarnya.
"Sesuatu yang indah untuk tinggal bersamanya, jadi bagi kami dia tidak mati, dia akan terus ada untuk kita semua, cinta yang kita miliki adalah abadi," kata Rodriguez, yang toko pizzanya bernama "Siempre al 10", mengacu pada nomor punggung Maradona.
Kematian Maradona telah menyoroti pemujaan yang hampir seperti kultus yang tumbuh di sekitar pemain yang dijuluki "el dios" (atau Tuhan), yang mempesona di lapangan dan menginspirasi penggemarnya.
Argentina mendeklarasikan beberapa hari berkabung nasional untuk Maradona yang jenazahnya disemayamkan di istana kepresidenan.
"Bagi seorang wanita, melahirkan itu sangat menyakitkan. Bagi saya, saya merasakan sakit seperti itu di hari kematian Maradona. Duka yang luar biasa," kata Cintia Veronica, yang menunjukkan tato Maradona di lengannya, di rumahnya di Buenos Aires.
Beberapa hari setelah kematian Maradona, penggemar Maximiliano Fernando berada di salon tato di Buenos Aires dan memamerkan tato pemain di lengannya, termasuk gambar di mana Maradona sedang beraksi di lapangan, dan saat mengangkat Piala Dunia.
“Memiliki tato Diego bagi saya adalah hal terhebat yang pernah ada,” kata Fernando, yang dinding kamar tidurnya dilapisi dengan gambar dan jersey sang pemain.
Sumber: Reuters
Editor: Daniel Prabowo