Kontan Online

PHOTO STORY / REG

Menghidupkan kembali sejarah Perang Dunia II

Minggu, 29 September 2019


Aroma sejarah dari masa Perang Dunia II, masih kuat tercium ketika kita menginjakkan kaki di Morotai, Maluku Utara. Peristiwa kelam saat itu, seakan tak terpisahkan dari pulau yang berada di Indonesia bagian timur ini.

Adalah Jepang, yang ketika itu mencoba memperluas wilayah kekuasaan dengan mendirikan Asia Timur Raya. Oleh karenanya, perang tak terelakkan, dan kawasan tersebut adalah saksi bahwa pernah terjadi pertempuran sengit antara Jepang dan Amerika Serikat di sana.

Hingga kini, masih ada bukti-bukti yang terkubur di tanah Morotai. Pulau yang mendapat sebutan Mutiara di bibir Pasifik ini bahkan masih menyimpan segudang cerita, mulai dari Perang Dunia II hingga Operasi Trikora.

Salah satu warga asli yang berusaha mengangkat sejarah itu ke permukaan adalah Muhlis Eso. Ketika ditemui KONTAN beberapa waktu lalu, pemuda Desa Joubela tersebut hadir sebagai sosok yang gemar mengumpulkan sisa perang di Morotai. Sejak umur 10 tahun, ia sudah berburu berbagai peninggalan sejarah.

Besi-besi tua seperti senjata api, peluru, mobil, tank amfibi, tempat minum, helm baja, dan beragam atribut seragam tentara dikumpulkan. Ia berkeinginan agar sejarah Perang Dunia II di Morotai masuk ke dalam buku-buku pelajaran sejarah di Indonesia.

Namun, Muhlis mengaku lebih suka bekerja secara independen. Ia tidak banyak berharap pada negara. Keseharian Muhlis dibantu kawan-kawannya di luar Morotai. Sementara penghasilan sampingannya, didapat dari peninggalan keluarga berupa hasil perkebunan. Meski demikian, keterbatasan hidup tidak pernah menghalangi tekad membangun museum peninggalan sejarah yang ia beri nama Museum Swadaya Perang Dunia II. Ia berharap sejarah orang Morotai tetal menjadi bagian dari sejarah Perang Dunia II.

PHOTO STORY LAINNYA