Kontan Online

PHOTO STORY / MIGAS

BBM Satu Harga di tapal batas Indonesia

Kamis, 11 Juli 2019


Hamparan hutan dan perbukitan perawan yang mengelilingi kawasan Krayan menjadi pemandangan menawan dalam perjalanan menuju Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Tidak terlihat akses jalan menuju satu desa ke desa lainnya, hanya hutan belantara dan sungai-sungai besar yang terlihat di dalam kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang. Krayan merupakan kecamatan yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia.

Bertetangga dengan Serawak membuat masyarakat Krayan bergantung kebutuhan pangan terutama kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM). Ketergantungan yang sudah menahun ini mulai dipangkas oleh Pemerintah setelah Pertamina mendatangkan BBM satu harga dengan pesawat air tractor Pelita Air Service.

Dalam sehari pesawat air tractor bisa membawa empat ton bahan bakar minyak untuk kebutuhan masyarakat di perbatasan. Menurut pengelola agen premium dan minyak solar (APMS) Krayan, Jos Leber mengatakan kebutuhan BBM masyarakat sangat tinggi untuk digunakan sebagai alat transportasi, pertanian dan penerangan.

Bagi pemenuhan kebutuhan BBM di wilayah pedalaman seperti di Krayan Selatan dan Krayan Tengah, sejumlah pekerja dari agen premium dan minyak solar melakukan distribusi BBM dengan kendaraan offroad yang menghabiskan waktu 4-5 jam perjalanan, akses jalan, tanah berlumpur dan hutan belantara membuat distribusi menghabiskan waktu yang sangat panjang.

Menurut petani Krayan Selatan Pangeran Dukung, semenjak BBM Satu Harga datang ke desa yang terisolir, mereka tidak perlu lagi menggunakan BBM negara tetangga yang harganya Rp 30.000-Rp 50.000 per liter, dan dapat menikmati BBM Pertamina pada harga Rp 6.450 per liter.

BBM yang dibeli masyarakat dari agen premium dan minyak solar di Krayan maupun SPBU Kompak di Krayan Selatan memberikan manfaat untuk aktivitas warga dan masyarakat pun merasakan BBM Satu Harga yang sama dengan kota lainnya di Indonesia.

BBM Satu Harga merupakan program Pemerintah melalui Pertamina yang bertujuan untuk memberikan rasa keadilan energi yang nyata bagi masyarakat di perbatasan seperti di Krayan.

Foto dan teks: M Agung Rajasa

PHOTO STORY LAINNYA