Komodo (Varanus komodoensis) adalah karnivora berdarah dingin yang dipercaya merupakan fosil hidup dan tidak banyak berevolusi dari jutaan tahun silam. Komodo di Taman Nasional Komodo pertama kali ditemukan oleh seorang berkebangsaan Belanda, PA Ouwens, di tahun 1912. Komodo terbesar bisa mencapai berat ratusan kilogram dan berumur mencapai 60 tahun.
Taman Nasional Komodo pertama kali ditetapkan pada 29 Februari 1992 dengan luas mencapai 173.300 hektare yang terdiri dari dua pulau besar, yaitu Pulau Rinca dan Pulau Komodo; serta pulau-pulau kecil lainnya seperti Pulau Padar, Pulau Gilimotang, Pulau Nusakode. Hingga kini populasi total Komodo di Taman Nasional Komodo mencapai 2793 ekor.
Untuk menuju ke Taman Nasional Komodo dari Jakarta dengan menggunakan pesawat, wisatawan biasanya melalui Jakarta—Denpasar—Labuan Bajo. Rute penerbangan dari Denpasar menuju Labuan Bajo harus menggunakan pesawat kecil berbaling-baling karena Bandara Labuan Bajo hanya sanggup didarati oleh pesawat jenis itu. Dari Labuan Bajo wisatawan biasanya harus menggunakan perahu carteran dengan harga berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 3 juta tergantung besar dan jenis perahu.
Menempuh perjalanan menuju Pulau Rinca atau Pulau Komodo, wisatawan dimanjakan dengan pemandangan alam yang menakjubkan, mulai dari sunrise di pagi hari, keindahan alam sekitar taman nasional, hingga ditutup dengan sunset.
Sayangnya, wisatawan asing yang getol mengunjungi fosil hidup itu. Lihat saja, hingga tahun 2011 jumlah wisatawan asing mencapai 41.833 atau sebesar 87,13% dari total wisatawan yang sebesar 48.010 orang. Ironisnya, orang Indonesia lebih memilih berlibur ke Singapura, Malaysia, atau Australia untuk menghabiskan uang di sana ketimbang menghamburkan uang di negeri sendiri dan menyaksikan keindahan Indonesia. Foto dan naskah oleh KONTAN/Baihaki