Kontan Online
PHOTO STORY / NAS

Mengawal pesta olahraga benua Asia

Selasa, 14 Agustus 2018


Sejumlah teroris bersenjata laras panjang memberondong penonton yang akan menyaksikan atlet-atlet kebanggaan mereka berlaga pada ajang Asian Games 2018. Beberapa di antaranya disandera oleh teroris.

Dalam sekejap, personel gabungan TNI dan Polri langsung menuju ke lokasi penyanderaan. Dalam hitungan menit dua personel K9 Kopassus turun bersama satwa anjing dari helikopter, dan langsung menyergap teroris bersenjata.

Sementara itu di lokasi yang sama, personel Kopassus, Denjaka, dan Brimob bersenjata lengkap menaiki kendaraan taktis mulai mengepung lokasi dan menggelar skenario pembebasan sandera. Tak lama berselang, personel gabungan berhasil membebaskan sandera dan menangkap teroris. Sebagai penutup, petugas kepolisian melakukan sterilisasi lokasi, dan personel gegana memeriksa serta menjinakkan bom yang masih terpasang di gedung.

Peristiwa di atas merupakan simulasi latihan mitigasi aksi terorisme integrative (K/L/D/I, Polri dan TNI) sebagai upaya pengamanan pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018 yang diprakrasai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto itu diselenggarakan untuk menjamin keamanan selama pelaksanaan Asian Games yang akan digelar di Jakarta dan Palembang serta Bandung dan sejumlah daerah lainnya.

Keselamatan dan keamanan para atlet, ofisial, tamu kenegaraan dan undangan, serta seluruh personel pendukung Asian Games 2018 mutlak menjadi tanggung jawab bersama, baik rakyat maupun pemerintah melalui instansi-instansi terkait di bawah kendalinya. Sebagai tuan rumah yang baik, merupakan prioritas bagi segenap elemen bangsa untuk mengawal kelancaran penyelenggaraan ajang pesta olahraga Benua Asia, Asian Games 2018.

Foto dan Teks: Wahyu Putro A

PHOTO STORY LAINNYA