Kontan Online

PHOTO STORY / REGIONAL

Secangkir Kopi di Tepi Danau Toba

Jumat, 08 Desember 2017


Awan tebal menyelimuti Bandar Udara International Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, saat pesawat yang kami tumpangi mendarat. Udara dingin menyergap begitu kami menjejakkan kaki di bandara yang dibangun sejak zaman kolonialisasi Jepang itu.

Kendati Desember bukan waktu yang pas untuk berkunjung, toh semangat kami menyambangi Danau Toba tidak surut. Di penghujung tahun, langit tak selalu biru dan hujan kerap menghiasi pagi hari.

Menyeruput kopi hangat merupakan ritual pagi yang dijalani penduduk di sekitar Danau Toba. Rasa kopi kian nikmat berkat pemandangan danau dari atas bukit.

Dulu, perlu waktu perjalanan selama berjam-jam, dari Medan, untuk mencapai Danau Toba. Namun kini, wisatawan hanya membutuhkan satu jam perjalanan dari Bandara Silangit ke Danau Toba.

Ada banyak topik tentang Danau Toba dan kopi yang bisa kita perbincangkan untuk membunuh waktu. Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara terbesar ketiga penghasil kopi di dunia setelah Brasil dan Vietnam, dengan produksi rata-rata sebesar 685.000 ton per tahun dari produksi kopi dunia.

Dari sebelas jenis kopi yang ada di Indonesia, yang paling terkenal di dunia saat ini adalah kopi luwak. Beberapa jenis kopi dari Sumatra Utara yang sudah mendapat pengakuan dunia seperti adalah kopi sumatera arabika dari Simalungun Utara, kopi sidikalang, kopi mandailing, kopi tarutung dan kopi lintong.

Sungguh, kopi-kopi itu terasa lebih nikmat saat diseruput di tepian Danau Toba.

Foto dan naskah: Muradi

PHOTO STORY LAINNYA