Kontan Online

PHOTO STORY / REG

Menyibak Pesona Zapin

Senin, 04 Desember 2017


Tari Zapin adalah seni yang menembus batas waktu dan wilayah negara. Melalui rentak geraknya, tarian tradisional ini menyatukan semua kalangan dalam khazanah budaya Melayu.

Zapin dipercaya merupakan akulturasi dari budaya yang dibawa pedagang Arab pada abad 15 di daerah pesisir Sumatera, Kalimantan dan juga Semenanjung Malaysia.

Kata Zapin, berasal dari bahasa Arab yakni "Zafn" yang berarti pergerakan kaki cepat mengikuti rentak pukulan. Karena itu, tarian Zapin tidak lepas dari iringan gambus yang merupakan alat musik petik dari Timur Tengah.

Festival Budaya Melayu di Kota Pekanbaru, Riau, pada akhir November 2017 menyibak pesona Zapin dari sisi keindahan hingga mistiknya. Acara ini menjadi tempat berkumpulnya para penari dari tujuh provinsi, seperti dari Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, NTB, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta dan juga Riau, dan tak ketinggalan peserta dari Malaysia serta Singapura.

Tiap kelompok penari menampilkan keunikan tarian zapin masing-masing, yang menunjukan tari tradisional ini tidak bersifat kaku dan terus beradaptasi dengan masyarakat dan budaya setempat. Sebelum tahun 1960, Zapin hanya dibawakan kaum lelaki, namun kini bisa juga dibawakan perempuan.

Beragam tarian Zapin dipertunjukkan dalam festival itu, penari dari Singapura membawakan Zapin Asyik, tarian yang berkembang di negara itu dengan dibawakan berpasangan lelaki dan perempuan. Dari Kalimantan Barat ditampilkan Jepin, sebutan lokal dari Zapin. Seluruh penari Jepin adalah laki-laki yang berkumis dan gerakannya lebih cepat dan menghentak.

Selain itu, ada juga Tari Zapin Api dari Kabupaten Bengkalis, Riau, yang mengandung unsur mistik nan misterius. Zapin Api dibawakan lelaki yang harus bersih jiwanya. Mereka menari dalam gelap di atas bara api seperti orang kerasukan roh halus.

Pesona Tari Zapin tidak akan ada habisnya dan menunggu untuk digali untuk memperkaya seni dan budaya Nusantara.

Foto dan Teks: FB Anggoro

PHOTO STORY LAINNYA