Kontan Online

PHOTO STORY / REG

Tradisi pembuatan keris madura

Senin, 27 November 2017


Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Pulau Madura adalah mahakarya keris yang dibuat di Desa Aeng Tongtong, Sumenep. Di tempat inilah penduduk desa membuat keris berkualitas dan hampir keseluruhan penduduk desa ini menjadi empu pembuat keris.

Desa ini masih mempertahankan budaya sejak zaman Kerajaan Sumenep. Dahulu para raja Madura mempercayakan pembuatan keris dan senjata untuk prajurit dari desa ini.

Namun seiring berkembangnya waktu, pembuatan keris yang semula hanya berdasarkan pesanan untuk keris pusaka dan senjata sekarang berkembang pada pembuatan keris hias dan untuk suvenir yang dipasarkan hingga ke penjuru dunia.

Keris dari Aeng Tong Tong sangat diminati kolektor dari negara-negara dari Asia Tenggara. Para kolektor terus membeli keris dari daerah ini karena motifnya unik dan menarik.

Bunyi keras denting logam yang ditempa, suara besi yang sedang digerinda, terdengar membahana di setiap sudut desa. Untuk membuat sebilah keris ukuran standar dibutuhkan setengah kilogram hingga satu kilogram besi. Hasil kerajinan dijual dengan harga bervariasi tergantung pamor dan modelnya.

Untuk pembuatan keris pusaka, pembuatannya dilakukan dengan syarat dan ritual khusus. Pembuatannya membutuhkan beberapa tahapan seperti mencari waktu yang tepat sesuai perhitungan dari calon pemilik dan diperlukan waktu satu hingga lima tahun, agar pusaka tersebut selaras dengan pemiliknya.

Untuk pembuatan keris untuk suvenir yang hanya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari.

Dengan jumlah perajin keris lebih dari 600 orang, Desa Aeng Tongtong bisa menjadi sentra pembuatan keris terbesar di Indonesia.

Foto dan Teks: Saiful Bahri

PHOTO STORY LAINNYA