Proyek pembangunan Waduk Jatigede sudah dimulai sejak 50 sejak 1963.Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur yang juga berada di Jawa Barat. Pembebasan lahan untuk proyek waduk ini dimulai sejak 1970-an. Namun pembangunan bangunan bendungan baru dilakukan pada 2010.
Nilai investasi waduk ini adalah US$ 467 juta, atau sekitar Rp 6,5 triliun dengan kurs yang sekarang. Kontraktor waduk ini adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk.
Waduk ini punya banyak manfaat bagi warga sekitar dari mulai irigasi untuk areal pertanian seluas 90.000 hektar, yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Majalengka, Sumedang, dam Indramayu. Waduk Jatigede juga menghasilkan air baku 3,5 meter kaki kubik per detik, serta dapat menunjang operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 110 megawatt (MW), dan menangkal banjir.
Ada 28 desa di Kecamatan Darmaraja, Wado, Jatigede dan Jatinunggal yang terkena dampak genangan Waduk Jatigede. Desa Jemah Kecamatan Jatigede, merupakan desa yang pertama kali digenangi air Sungai Cimanuk.
Foto-Foto : Cheppy A Muchlis, Djumyati Partawidjaja, Antara
Naskah : Achmad Fauzie