PHOTO STORY / NAS

Patroli laut Bea dan Cukai melawan kejahatan fiskal

Perlengkapan senjata
Awak Kapal Patroli BC 10002 yang dilengkapi senjata api melakukan penjagaan saat pemeriksaan terhadap kapal yang dicurigai.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Angkat jangkar
Awak kapal mengangkat jangkar kapal usai labuh jangkar di Perairan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Pengarahan
Kapten Kapal BC 10002 Andi Surya (kanan) memberikan pengarahan kepada seluruh awak kapal sebelum pelaksanaan patroli laut.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Ruang mesin
Awak Kapal BC 10002 memeriksa mesin kapal saat pelaksanaan patroli laut.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Peta alur pelayaran
Personel Bea dan Cukai memetakan alur pelayaran di atas anjungan Kapal Patroli BC 10002.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Pantau kapal
Personel Bea dan Cukai memantau kapal yang dicurigai saat melintas di Perairan Selat Malaka.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Kompas magnetik
Kompas magnetik buatan Jerman tahun 1999 sebagai pemandu juru mudi untuk mengetahui arah pelayaran terpasang di dalam haluan kapal BC 10002.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Pantau radar
Personel Bea dan Cukai mengamati radar untuk memantau kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka saat malam hari.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Hentikan kapal
Kapal Patroli BC 10002 menghentikan kapal yang dicurigai membawa barang terlarang di Perairan Selat Malaka.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Periksa kapal
Personel Bea dan Cukai memeriksa barang-barang ABK kapal yang dicurigai.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Periksa kapal
Personel Bea dan Cukai memeriksa kapal yang dicurigai.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Bersantai
Awak kapal bersantai saat tidak bertugas di atas haluan kapal.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Siapkan hidangan
Juru masak menyiapkan hidangan makan malam untuk seluruh kru Kapal Patroli BC 10002.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)
Shalat berjamaah
Sejumlah awak Kapal BC 10002 melaksanakan shalat berjamaah di sela patroli laut.(ANTARA FOTO/MN Kanwa)

Kepulauan Riau sebagai provinsi terdepan yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura kerap menjadi pintu masuk penyelundupan barang-barang ilegal seperti penyelundupan barang elektronik, pakaian bekas, hasil bumi hingga narkotika.

Oleh karena itu, kepabeanan menjadi hal yang sangat penting.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang merupakan instansi pemegang tugas kepabeanan memiliki peran yang cukup strategis menjaga wilayah perbatasan yang sebagian besar terdiri dari perairan ini.

Upaya penjagaan pintu perbatasan tersebut salah satunya dilakukan dengan cara patroli laut yang tujuannya melindungi kekayaan negara dari ancaman baik masuk dan keluarnya barang-barang ilegal.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau sebagai pelaksana di sepanjang wilayah Perairan Selat Malaka, dari Aceh hingga Perairan Kalimantan Barat memiliki tugas yang cukup berat.

Berbeda dengan wilayah darat, wilayah perairan memerlukan upaya yang lebih ekstra dalam melakukan penjagaan. Bukan hanya wilayah perairan yang luas tapi juga lalu lintas laut yang sangat padat di sepanjang Selat Malaka.

Personel Bea Cukai dituntut untuk lebih teliti dan jeli saat mengamati arus lalu lintas laut di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran terpadat di dunia.

Mereka harus bisa membedakaan dan juga memprediksi kemungkinan kapal-kapal yang membawa barang-barang ilegal tersebut melintas perbatasan NKRI.

Kanwil DJBC Khusus Kepri memiliki armada laut berupa kapal patroli sebanyak 31 unit dan 11 unit speedboat. Kapal patroli digunakan untuk melakukan patroli jarak jauh sedangkan speedboat digunakan untuk patroli jarak dekat dan penangkapan yang membutuhkan kecepatan.

Patroli laut di sepanjang Perairan Selat Malaka dibagi menjadi dua sektor yakni sektor 1 meliputi wilayah Perairan Aceh hingga Tanjung Balai Karimun dan sektor 2 dari Tanjung Balai Karimun hingga perairan Kalimantan Barat.

Secara bergantian kapal-kapal patroli dan juga speedboat milik Kanwil DJBC Khusus Kepri digunakan oleh para personel Bea dan Cukai guna menjaga Perairan Selat Malaka hingga Laut Natuna dari kejahatan fiskal.

Foto dan Teks: ANTARA FOTO/MN Kanwa

PHOTO STORY LAINNYA