PHOTO STORY / NASIONAL

Kartini tangguh Basarnas

Jumat, 21 April 2017


Sekitar enam rescuer atau penyelamat perempuan Basarnas tengah sibuk melengkapi dirinya dengan peralatan keamanan, sesekali mereka bercanda dengan para rescuer pria.

Mereka melakukan latihan rutin untuk meningkatkan kemampuan ke-SAR-annya, di halaman Kantor SAR Surabaya.

Mereka adalah Santi Prima (33), Nanik Tut Sanafi (32), Berty Iswandini (30), Heni Setiawati (35), Imsyah Mashana (30) dan Putri Iriyanti (28).

Para "Kartini Basarnas" ini merupakan perempuan-perempuan tangguh yang dimiliki Basarnas Surabaya. Mereka rela bertaruh nyawa demi sebuah amanah penyelamatan kemanusian, walaupun mereka terkadang harus rela meninggalkan keluarga demi tugas itu.

Seperti yang dikisahkan Berty Iswandini, yang bergabung di Basarnas pada 2007, dia harus meninggalkan dua anaknya yang masih berumur tiga dan lima tahun ketika mendapatkan tugas penyelamatan korban tenggelam di Malang.

"Kadang ketika ikut operasi membuat rindu dengan anak, apalagi kalau tugas di luar kota dan melakukan penyelamatan yang memakan waktu yang lama," kenang Berty.

Perempuan yang meninggalkan kuliahnya untuk bergabung dengan Basarnas tersebut, saat ini dipercaya menjadi komandan tim yang beranggotakan delapan orang yang semua anggotanya laki-laki.

Pekerjaan menjadi rescuer penuh dengan resiko akan keselamatan diri sehingga harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab demi terselamatkannya jiwa manusia.

Rekan Berty, Putri menambahkan bahwa menjadi sebuah beban tersendiri jika tidak menemukan korban dalam sebuah operasi penyelamatan, kesannya kerja tidak membuahkan hasil.

Di waktu senggang atau saat tidak ada operasi penyelamatan, para rescuer perempuan ini diperbantukan ke bagian keuangan, tata usaha dan potensi. Namun kapan pun operasi penyelamatan memanggil, mereka harus siap 24 jam.

Foto dan Teks: Zabur Karuru

PHOTO STORY LAINNYA